Friday, June 29, 2012

everybody is busy

except me. 


Life after deadline is sooooo much fun!

...

ask google before you ask people

Pada suatu hari Tuhan pusing kepala melihat polah manusia, lalu dia menulis surat cinta kepada Muhammad. "Bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui," katanya. Surat itu penuh berlembar-lembar dan diberi judul An-Nahl di sisi sebelah kirinya.

Namun jauh sebelum An-Nahl dituliskan, ketika untuk pertama kalinya Tuhan memutuskan untuk berbicara pada manusia si pembantah yang nyata, dia hanya menggariskan pesan yang singkat bagai telegram. Syarat mutlak dari segala pintu pengetahuan, alas kata sebagai pembuka dari berjuta-juta wawasan, sebuah geladak untuk runutan perintah yang memanjang.

Dia cuma bilang, "Iqra.. (bacalah)"
 
ps. untuk mereka yang gemar bertanya tanpa pernah membaca

 Read, in the Name of your Lord who created, created man from a clot, Read, and your Lord is the Most Gracious, Who taught with the pen, taught man what he did not know. (Quran 96:1-5)

...

Thursday, June 28, 2012

konspirasi?


Semenanjung Balkan kebakaran, rakyatnya kelaparan. Rapat paripurna digelar.  Zeus menatap dengan wajah perus, Tartarus membisu, Ares bungkam, Erebus tak mau disalahkan, Iblis datang dengan tampang kebingungan, Hestia senyap terjangkit dementia, padahal kotak pandora belum juga dibuka. Dalam kefrustasian, akhirnya Athena angkat bicara. "Panggil Pseudo Apollodorus, suruh segera tulis ulang kitab Bibliotheca, untuk kali ini sampai selamanya, biarlah iblis yang menjadi terdakwa."

...

catatan random nomor dua puluh delapan

Lelucon yang tak lucu membuat kita bertemu. Pada suatu waktu di penghujung tahun, mungkin hari rabu atau hari minggu. Kamu terkekeh di ujung sana dengan gurau parau yang kau kirimkan melalui udara. Kering, tapi tokh gundah mau juga mengelana. Musim berlalu lalu kau mulai merayu. Yang kau tak pernah tahu, rayuanmu adalah pelajaran pertamaku.  

Garis isoglosmu terpahat tajam di keseluruhan lingkarmu.Titik jarumnya tepat berada di tengah antara hidung dan kedua matamu, berputar lalu berpendar. "Aku ini bajingan," pekik punggung belakangmu keras dalam vokal yang radikal. Aku tertawa. Lingkaran pinsilmu terlalu rumit untuk dibuat bersimetri, meski tambat kerap menyergap seraya menggenapkan gravitasi.   

Kita menanam kelakar dalam peta jaring laba-laba besar yang keloknya berakar. Menguji berani untuk menyusuri tanpa berbekal sistem navigasi. Kompas andalan adalah rasa yang kita gunakan bersama; kamu, saya, dan begitu banyak dia yang menyimpan tanda seru dan tanda tanya. Kamu dan saya terlalu gegap untuk disumpal dalam satu definisi, kita selalu terafiliasi dalam banyak interpretasi.

Satu titik tak pernah cukup buatmu, kau butuh banyak sekali konjungsi dan preposisi. Ceritamu terekam dalam ribuan alinea yang berenik-renik ketika kita bertukar kepala, menstimuli distorsi yang mencalar segala panca indera. Dalam diametral kita bicara dalam mata angin yang berbeda. Kau percaya, yang ada tak selalu kasat mata, sayangnya aku tidak. Baris-barismu penuh dengan cerita romansa, sayangnya aku tidak. Kau reaktif dengan struktur yang terukur dalam observasi, aku tidak. Kau kecewa dengan sesuatu yang melembaga dan penuh dogma, aku tidak juga. Kita tidak pernah berada dalam satu  kalimat dengan titik yang sama, akhirnya berdua kita menggantung harap pada koma yang memberi jeda. 

Kepalamu adalah satu perpustakaan gelap dan akulah pembacamu yang lahap.

...

Wednesday, June 27, 2012

petanda yang melebihi penandanya

Rolls Royce itu seksi. Sumpah. It literally makin' me horny. Walaupun sebenarnya saya lebih suka mobil tua yang sederhana, rolls royce adalah pengecualian. Mesinnya V12 6,75-liter dengan transmisi otomatis 8-speed, akselerasi 0-60 meter bisa ditempuh dalam waktu 5,7 detik dengan kecepatan maksimum 149 mph plus sistem navigasi satelit baru dengan updating peta yang bisa memuat peta-peta 3D dengan topografi lanskap. Yang juga  membuat menggelinjang, kayu yang diukir sempurna pada doortrim dan dashboard, dilengkapi surround sound by Harman. Ibarat perempuan konservatif yang fasih diajak ke disko, klasik sekaligus canggih! 

Yang jadi tanda tanya, entah kenapa diantara produk otomotif yang kental unsur kelakian-lakian,selalu saja harus disematkan kulit mulus perempuan. Saya tidak paham mengapa pihak penyelenggara (kemungkinan besar laki-laki) seperti kurang percaya diri memamerkan mobilnya tanpa perempuan berpose gelendotan. Mereka yang selalu membutuhkan petanda berganda, mobil inilah petandamu yang sempurna.  Bila mobil ini kita sebut variabel X, pengendara adalah variabel Z, dan perempuan bertengger di ujung kap adalah variable Y, sungguh variable Y adalah variable yang terbuang percuma, karena X dan Z sudah berintegral dengan sangat sempurna.

see this is boys and insecurities

sedang memahami semiotika laki-laki. percayalah, percaya diri itu tidak pernah tidak seksi.

pervert photographer

...

Tuesday, June 26, 2012

its not monday until you say "shit"

ya know that monday is bad already without having your boss insist you to attend some stupid beauty class. so here's what i did; cast a glance at the profesional make up staff, set up a very fake interest face, said no when she asked me to sit down at the 'victim' chair, and nodded when she told me to notice very carefully, well sure i would missy.

 hell yeah i survived.




and.. remember how ive been babbling about how i wanted a new smaller camera here? Like G12 perhaps. well guess what? shit! i just bought it. Hihihi. All of these photos are taken by canon G12.

Dai-su-ki-da-yooo! :)

...


Thursday, June 21, 2012

ucok dari pariaman

Namanya Ucok, asalnya dari pariaman. Tahun 1976 dia hijrah ke ibukota. Kariernya dimulai dengan menjadi bangsat mulai dari pesisir marunda pantai utara jakarta hingga ke pelabuhan sunda kelapa. Beberapa tahun berselang dia akhirnya terdampar di pulau pramuka dan menjadi awak nelayan disana. 

Tahun 1990an ketika wisata pulau pramuka mulai dikenal banyak orang, bang Ucok banting setir jadi pemandu. "Jadi pemandu itu sulit, mbak." katanya.  "Kalau ada apa-apa kan saya yang kena. Jadi, target saya tiap bawa tamu ke laut, yang ga bisa berenang pokonya harus bisa berenang, yang takut air harus jadi berani sama air. Gimana lah caranya pokoknya tugasku tuh, ya bikin orang jadi pintar!" tambahnya mengebu-ngebu. Melihat gaya dia melatih beberapa tamu yang hendak snorkeling memang lebih mirip Basarnas sedang melatih relawan, bawa peluit pula. Gila. 

"Jaman sekarang pemandu banyak yang seenaknya, seneng uang doang mbak, kalau itu tamu kenapa-kenapa mau bagaimana? Orang tuh kok yang dikejar cuma uang, ga tanggung jawab", tuturnya. Ucok dari pariaman, mantan bangsat yang tidak punya ijazah SMP sudah tahu pasti tujuan hidupnya; harus bikin orang jadi pintar di lautan. Sembari memandang air laut yang kebiruan saya menunduk dan bergeser dua langkah menjauh dari ujung kapal, seketika ingin menutup obrolan. Seperti tidak lagi mempercayai pijakan kaki sendiri, entah kenapa tiba-tiba saja saya merasa rendah diri.

Apalah artinya sekolah? Yang menentukan akhir-akhirnya apa yang dapat orang 
sumbangkan pada masyarakatnya. - Pramoedya AT dalam Nyanyi Sunyi Seorang Bisu

...


Friday, June 15, 2012

hey sayang

maaf, baru mempostingmu sekarang. kamu tetap sepatu kesayangan yang hampir empat tahun bertahan. sungguh deh, kamu memang tak tergantikan. cup!


...

Thursday, June 14, 2012

kamis dan si eksibisionis

Kemarin malam sekitar pukul sebelas kurang, sepulang dari gym saya jalan kaki sepanjang kira-kira 200 meter. Jalanan sudah sepi, di sisi sebelah kiri saya lihat ada seorang lelaki menghadap ke belakang. Saya berjalan perlahan sampai tiba-tiba dia mendesis, “Ssttt.. ssttt”, katanya. Saya menoleh, dan… oh la laaa...  super triple zonk, zonk, zonk! Mas nya lagi sibuk masturbasi, matanya nyalang menatap saya. Syiisshhh! Dude seriously, what the fuck did my eyes just saw?  Saya langsung pasang tampang dingin sembari mengambil langkah seribu. Yang saya tahu, penderita eksibisionis, atau istilah medisnya parafilia akan lebih senang kalau saya marah atau malah terkejut. 

   Ini tips untuk perempuan-perempuan yang bertemu dengan pria-pria sakit semacam ini, kemarin yang sempat terlintas di pikiran saya adalah: plan A, baca ayat kursi keras-keras, eh tapi saya ga hapal. Ya udah saya mau teriak-teriak aja nyanyi lagu Sepultura, tapi repot juga kalo lagi batuk.  Teman saya menyarankan, kalau kejadian lagi, langsung ketawain, tunjuk-tunjuk, dan bilang, "Ihhh.. kecil banget!" tapi yang ini saya ga berani. Plan B; seandainya rambut saya panjang sepinggang, saya mau melotot sambil keluarin suara cekikikan senyaring-nyaringnya ala kuntilanak biar gantian dia yang kaget dan ketakutan.  Minimal-minimal kalau pun dia sadar saya setan gadungan, biarlah dia berpikir saya ini gila. Konon kata orang, ada peraturan baku tak tertulis; sesama orang gila, tidak boleh saling ganggu. Betul, kan?

Eksibisionis berasal dari kata exhibition yang artinya pameran, memamerkan, atau mempertontonkan. Eksibisionis adalah dorongan fantasi sexual yang mendesak dan terus-menerus dengan memamerkan bagian genitalnya kepada orang lain. Dorongan tersebut bertujuan untuk mengejutkan, atau untuk dikagumi. 

you, sick bastard. seriusan lu, minta dikungfu. 

...


Monday, June 11, 2012

barthes says it all

“But I never looked like that!’ - How do you know? What is the ‘you’ you might or might not look like? Where do you find it - by which morphological or expressive calibration? Where is your authentic body? You are the only one who can never see yourself except as an image; you never see your eyes unless they are dulled by the gaze they rest upon the mirror or the lens (I am interested in seeing my eyes only when they look at you): even and especially for your own body, you are condemned to the repertoire of its images.”

~ Roland Barthes on self perception 

yes. sir. 


...

beautiful fragments

"Am I in love? –Yes, since I’m waiting.’ The other never waits. Sometimes I want to play the part of the one who doesn’t wait; I try to busy myself elsewhere, to arrive late; but I always lose at this game: whatever I do, I find myself there, with nothing to do, punctual, even ahead of time. The lover’s fatal identity is precisely: I am the one who waits."

"As a jealous man, I suffer four times over: because I am jealous, because I blame myself for being so, because I fear that my jealousy will wound the other, because I allow myself to be subject to a banality: I suffer from being excluded, from being aggressive, from being crazy, and from being common."

~ Roland Barthes, A Lover's Discourse: Fragments

ps: don't be jealous, nothing is really yours anyway.


...


Sunday, June 10, 2012

one random day

One random girl at a pretty much random place. Insanity will do.
Marjinal on stage and a few underage street buskers.
 
Enjoy.


  • Buruh Tani



    buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
    bersatu padu rebut demokrasi
    gegap gempita dalam satu suara
    demi tugas suci yang mulia

  • Buruh Tani



    buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
    bersatu padu rebut demokrasi
    gegap gempita dalam satu suara
    demi tugas suci yang mulia
Yang ada di gunung, bagaimana kabarmu?
Yang di sebrang lautan, bagaimana kabarmu?
Yang di kota-kota, bagaimana kabarmu?
Yang di desa-desa, bagaimana kabarmu?
Yang dibalik tembok, bagaimana kabarmu?
Yang dikolong jembatan, bagaimana kabarmu?
Yang dipasar-pasar, bagaimana kabarmu?


and i was like.. oh-kay.

...

Saturday, June 9, 2012

orkestra aspal batavia

Sudah pernah dengar orkestra aspal batavia?

Ini bukan sembarang orkestra, bisa jadi orkestra ini tidak bisa ditemui di berbagai belahan dunia, kecuali Jakarta. Ya. Ja-kar-ta. Orkestra ini bisa menjadi pengiring nyanyian kesepian sekaligus kekesalan penambah duka dan nestapa.Walaupun begitu, saya tak pernah tahu siapa konduktur orkestra yang sangat tenar seantero Jakarta ini. Konduktor gaib? Bisa jadi. Atau konduktor orkestra ini adalah pemimpin tipe laissez faire, yang berpandangan bahwa umumnya orkestra akan berjalan lancar dengan sendirinya karena para anggota orkestra terdiri dari orang-orang dewasa yang sudah mengetahui tujuan dari orkestra. Kenyataanya,  anggota orkestra sial ini memang seharusnya berumur di atas tujuh belas tahun, tapi siapa perduli? Di Jakarta ini, apa pun bisa terjadi. 

Baiklah kita mulai, sore ini saya mendengarnya lagi. Di suatu sabtu yang tidak terlalu cerah teman saya menelpon. Suaranya ceria, berbanding terbalik dengan saya yang baru menghabiskan dua belas jam di atas tempat tidur. 

Dia: Mbah jongrang, dimana? 
Saya: Di kostan, mbok berek.
Dia: Mu kemana nih mbah malem minggu? Yok ah kita kongkow mbah, ditunggu ya di palang pintu kemang. Sekarang!

tututututtt. telpon ditutup dengan seenaknya.

Kenyataanya, saya lapar. Lambung saya mulai menampar-nampar ulu hati. Beranjaklah saya dari tempat tidur. Memanaskan mesin motor dan memacu si honda supra dengan kecepatan... oh tunggu sebentar, sialan, orkestra aspal batavia sedang beratraksi di jalan yang seharusnya lenggang. Motor saya terhenti, memejamkan mata dua detik, menghembuskan nafas panjang sembari mengusap dahi, dengan berat hati saya bergabung dengan orkestra sembari bernyanyi tralala trilili. Siap? Oke, dimulai! 

Instrumen depan. Pasukan quintet motor matic keluaran tahun 2000 dibelakang saya mulai bersimfoni dengan klakson yang dibunyikan setiap satu menit sekali. Dua kopaja yang memakan hampir setengah badan jalan beraksentuasi dengan ritme satu per delapan, untuk menambah dramatis suasana tak lupa asap hitam  dikeluarkan. Beberapa perempuan penari latar berdiri bersisian di sepertiga trotoar dengan tatapan mengajak perang. Duet raungan knalpot dari kawasaki ninja mulai terdengar di udara, mencoba menyentuh nada alto dengan sempurna.

Instrumen belakang. Rombongan ensembel mobil sedan yang apik menunggu giliran untuk mengeluarkan accent bebunyian, suara mesin halus mereka terdengar seperti staccato yang konstan. Barisan quartet bajay beriringan saling melemparkan timbre dengan pitch yang memusingkan. Pengendara sepeda yang terjebak diantara honda kharisma dan motor tiga roda triseda mulai menggaung, mencoba bernyanyi tanpa notasi. Para pejalan kaki merunduk tersudut, mencoba membaca partitur tanpa petunjuk. Sementara saya.. setengah mati mengatur posisi, berusaha turut larut dalam harmoni. Haha.

Selamat menikmati persembahan impromptu radikal dari orkestra aspal batavia. Lagu andalan keroncong kemacetan selalu siap dimainkan mulai pukul delapan pagi sampai menjelang tengah malam. Selamat datang di Jakarta, teman-teman. Ayo semuanya tepuk tangan!


...


Friday, June 8, 2012

pesan singkat untuk masa yang lama

image source from here

 Kau tahu? Waktu itu menggerus rasa.

Kelak bila kita menikah, kamu akan tidur dengan orang yang sama hampir setiap harinya, yaitu saya. Jangan pernah membayangkan sinetron tersanjung episode empat puluh lima, saya bisa jadi tidur dengan rambut berantakan dan mulut menganga, oh, dan jangan lupa sesi kentut dimana saja. Suatu saat akan ada waktunya kamu akan tertidur dengan memandang punggung saya. Kenapa? Bisa jadi karena kita baru saja berselisih paham dan kamu tidak mau mengalah untuk saya. Begitupun sebaliknya, bisa jadi saya juga akan jadi  orang yang tertidur sembari memandangi punggungmu. 

Selalu ada kemungkinan kita tak akan saling sapa keesokan harinya. Entah siapa diantara kita yang akan memulai gencatan senjata. Kau tahu? Semua orang punya kadar egois yang berbeda-beda, tapi akan ada waktunya grafik keegoisan kamu atau saya akan menukik naik di saat yang sama sekali tidak tepat. Itulah saatnya kamu dan saya menikmati drama yang telah kita karang seenaknya. Saya mungkin akan menangis, dan kau harus tahu, setiap sehabis menangis mata saya akan bengkak dan menyipit hampir empat puluh persen.  Apa kamu takut? 

Lalu suatu saat, saya akan melahirkan anak-anakmu. Bisa jadi saya akan lelah dan menjadi orang yang paling menyebalkan, orang yang ingin sekali kau hindari sepulang kau bekerja. Jangan bayangkan kita akan bergelut mesra, kali ini untukmu tak ada jatahnya. Kalau satu waktu saya jatuh sakit, kamu lah yang harus mengurus saya. Saya mungkin tak akan mandi tiga hari. Kamu akan melihat saya pucat dan berbau tak sedap. Masih mau kamu memeluk saya? 

Lalu hidup akan terus memamerkan kesaktiannya. Tersadarlah kita, sihir cinta ternyata bisa kadaluarsa. Seperti diserang ratusan prajurit di dini hari pukul tiga, saya harap kita tak akan lari lintang pukang atau saling serang dengan membabi buta. Ya, akan ada masanya kata romansa sudah tak ada dalam kamus kita. Ada masanya kita akan saling berteriak, saling menyakiti satu sama lain. Saya tahu, kamu pasti tak akan pernah berniat begitu, tapi ya begitulah pekerjaan si penguasa angka dua belas sampai satu, pesulap paling tenar sepanjang masa bernama sang waktu. Asal kau tahu, dia tak pernah makan gaji buta. Dia akan bekerja tepat sesuai job desknya; memutarbalikan perasaan manusia.

Saya bisa jadi akan membentakmu keras, mengerutkan kening, dan menatap tajam ketika saya rasa kau telah membuat kesalahan. Kau seharusnya sudah tahu, untuk beberapa hal, saya akan sangat tegas. Bukan bermaksud melawanmu sebagai kepala keluarga, tentu saja saya akan hargai keputusan dan segala pertimbanganmu, tapi akan ada waktunya ketika kepala saya membatu dan segala argumenmu akan saya hempaskan keras-keras. Sudah siap?

Satu saat, saya akan berubah seratus delapan puluh derajat, begitu juga kamu. Karena memang normalnya manusia ya begitu, kecuali tante Titiek Puspa. Kamu akan melihat kulit saya mengeriput, lalu badan saya mengembang atau malah mengerut. Mudah-mudahan saya tak akan melihat senyummu mengecut. Hehe. Kamu akan selalu melihat muka saya, karena setelah menikah dengan saya, tentu delapan puluh persen hidupmu akan selalu berhadapan dengan saya. Ya, saya, saya, dan saya.  Muka saya akan selalu merepetisi di setiap frame kehidupanmu. Apa kamu tak akan bosan?

Dunia ini luas, perempuan dan laki-laki tak terhitung ada berapa banyaknya. Yang lebih cantik dari saya? Jelas banyak. Masih mau kau bertahan hidup satu atap dengan saya? Kita  harus pintar berkompromi, mengerahkan sejuta alasan kenapa kita tetap harus tidur bersebelahan dalam satu ranjang dan bagaimana caranya supaya kita tetap berpelukan? Minimal-minimal, biarlah cukup kaki kita yang bersentuhan di ujung selimut sana. 

Kau tahu? Kenapa dongeng cinta sejenis Cinderella selalu berakhir tepat ketika mereka baru saja menikah? Rumornya karena pernikahan mereka tak bahagia. Walaupun sang penulis, Charles Perrault,  menulis "and they live happily forever", kau tahu kan kalau "forever" itu tak pernah ada dalam kalender? Saya mulai berpikir kalau Perrault adalah seorang tengik pembual skala besar. Bagaimana bisa seorang laki-laki berbahagia seumur hidupnya hanya karena dia menikahi perempuan yang  dipilih lewat sepatu kaca? Perlu kau tahu, cinta tidak sedemikian murah hatinya mengobral peristiwa.

Tentu saja selain baris-baris tulisan di atas yang akan kau anggap petaka, kau juga akan menerima ribuan  kebahagiaan yang akan kita ciptakan. Tapi cukuplah soal bahagia, kebanyakan dari kita sudah cukup lihai untuk menerima kebahagiaan. Mari kita belajar mengenal pahit dan mencermati seluruh skenario dimana kita yang akan jadi pemerannya. Mungkin kau belum tahu, pernikahan tidak akan selalu seindah kencan pertama karena hidup tidak melulu perkara romansa. Sekarang yang menjadi pertanyaan utama, bisakah kamu merasa tak bahagia dan tetap mengenggam tangan saya? Fase ini memang tidak akan selamanya, tapi percayalah sayang, akan datang waktunya ketika kamu akan sangat membenci saya. 

Saya tidak mau mencintaimu dengan sederhana seperti yang ditulis Sapardi, tidak seperti mawar di taman khayal seperti yang ditulis Marzuki, tidak seratus tahun lagi seperti yang ditulis Chairil, tidak juga dalam tempo yang sesingkat-singkatnya seperti yang tertulis dalam teks proklamasi.

Saya hanya  ingin mencintaimu dengan realita dan begitu juga sebaliknya.


...

Wednesday, June 6, 2012

kalau saja ini sudah bulan agustus

Saya mau minta hadiah ulang tahun. Saya ingin hal-hal di bawah ini, disimpan dalam kotak, dibungkus kado bergambar kerokeropi atau ultraman juga boleh, asal jangan motif hello kity. Yang paling penting setiap saya bosan, saya bisa membuka kotak tersebut dan terjun ke dalamnya. Byurrr!  




kalau ternyata surga bisa custom made, saya mau pesan yang seperti ini aja, Tuhan. Boleh?

...

photos taken at gili trawangan, pulau biawak, karimun jawa, and krakatau. 


Tuesday, June 5, 2012

setiap pagi selalu seperti ini

Saya sedang bermasalah dengan jadwal pagi.

Di Bandung, saya bisa bangun pukul lima subuh, lari pagi setengah jam, lalu menikmati dua batang rokok, satu cangkir susu dan suara burung piaraan tetangga sebelah. Saya jarang sekali sakit, kecuali sakit hati tentunya. Di Jakarta, rutinnya saya bangun setiap pukul 06.30 tentu saja minus sholat subuh, itu pun masih ditambah kurang lebih 15 menit bermalas-malasan, menye-menye, guling ke kanan guling ke kiri, dan menyiapkan satu juta lima puluh niat untuk menyeret pantat sendiri ke kamar mandi. Dua bulan hidup dengan pola seperti ini, saya jatuh sakit.

Nah, akhir-akhir ini, jadwal pagi saya kian berantakan. Saya mulai bergerak dari tempat tidur sekitar pukul 7.15 membuat susu coklat panas, merokok, lalu membuka-buka portal berita. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Setelah itu saya beranjak ke kamar mandi, tentu saja tidak langsung mandi. Yang pertama saya lakukan adalah merokok sambil boker, setelah perut dan pantat di rasa aman, saya nyalakan shower. Mandi? Ooh belum. Sekitar kira-kira 5-10 menit, yang saya lakukan adalah memandangi tumpahan air dingin yang menyembur dari shower. Membayangkan betapa tidak enaknya bila kulit saya harus tersentuh air sialan itu. Ngek.

Walaupun saya di kamar mandi, pikiran saya sepenuhnya berada di balik selimut tepat di kasur sebelah. Ooh betapa enaknya kalau saya bisa meringkuk disana. Betapa indahnya kalau saya masih bisa memejamkan mata barang satu atau dua jam saja. Hampir setiap hari saya menyelingkuhi si kamar mandi. Bayangkan? Betapa banyaknya waktu terbuang. Ingin rasanya menangkap waktu, membanting jam dinding keras-keras, berharap waktu jadi tak bergerak dan diam tepat di pukul empat. 

Entah kenapa saya jadi suka sekali tidur. Anehnya, hobi tidur ini cuma berlangsung setiap pagi ketika hendak berangkat kerja. Setiap hari sabtu dan minggu, tung! Saya bisa bangun pukul enam tanpa alarm. Ajaib.

Oleh karena itu;

Menimbang: Kegiatan menye-menye dan prosesi persiapan niat mandi itu sungguh memakan waktu. Kalau memang udah pasti harus dilakukan udahlah ga usah pake niat-niat segala bro, lama.

Mengingat: Surat Al-Inshirah ayat 94 yang tertulis, "maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain". Yang mana artinya adalah harus bersegera dan bersungguh-sungguh. Ini perintah Tuhan lho, jangan main-main kau. 

Menetapkan: Saya, yang bernama galuh agustia sitompul, harus bangun lebih pagi dan tidak boleh jadi pemalas! Semangat!

Remember, you can sell your time, but you can never buy it back. Ah, andai waktu bisa dinegoisasi..

ps: sholat subuh itu challenging, ya? Tepat ketika tidur sedang pulas-pulasnya, tepat ketika udara sedang dingin-dinginnya, duarr pecahlah ketenangan syahdu setiap subuh oleh  suara adzan dari speaker butut masjid dekat rumah. Hey sini, saya sholati kamu. Allahu akbar!


...